Refleksi Rohani di Masa Pandemi

Hi!

Selamat Natal

Natal 2020 terasa berbeda, biasanya saya dan suami mudik tapi tahun ini menahan diri meskipun kangen banget sama akung uti nya Lukas.

Natal selalu menjadi momen introspeksi sebagai pribadi dan keluarga. Apakah selama setahun ini saya sudah menjadi pribadi yang menempatkan Yesus dalam kehidupan saya?

Saya merasakan bahwa tahun 2020 ini dilalui dengan uji nyali, karena keluar rumah seperti perang rasanya, takut dan tidak nyaman. Namun saya tetap bersyukur atas karunia kesehatan yang diberikan kepada kami sekeluarga. Momen work from home, menjadi kesempatan bagi saya untuk memperhatikan tumbuh kembang Lukas dan belajar berbagai macam menu makanan harian. Suami saya minta dimasakin apa, saya bisa langsung eksekusi. Karena saya punya banyak waktu untuk mencari resepnya dan belanja bahannya.

Masa pandemi juga membatasi kegiatan komunitas gereja, sehingga tidak ada kegiatan dan pertemuan doa rutin bersama. Beberapa pertemuan dilakukan secara online dengan media ZOOM, namun tentu saja untuk umat yang sudah lanjut usia, teknologi justru menjadi kelemahan mereka.

Jika bisa direfleksikan menurut iman saya, seperti yang pernah disampaikan Kardinal Ig. Suharyo pada Misa Paskah, bisa jadi pandemi Covid 19 adalah akibat dari dosa ekologis manusia. Manusia telah merusak lingkungan hidup sehingga terjadi ketidakseimbangan ekosistem, yang menyebabkan beberapa organisme mengalami mutasi. Ternyata manusia bukan yang paling hebat ya? Manusia kalah sama yang namanya virus.

Melalui pandemi, Allah juga ingin supaya umat-Nya lebih dekat lagi dengan-Nya melalui keluarga. Mungkin dengan tidak bekerja di kantor, kita jadi bisa berkumpul bersama keluarga dan berdoa bersama. Kegiatan yang mungkin mulai pudar untuk keluarga yang tinggal di kota besar.

Selama pandemi, saya juga banyak melihat dan membaca melalui media, bahwa ternyata masih banyak orang yang peduli pada sesama dan saudaranya. Banyak orang bergotong royong untuk membantu sesamanya yang terkena dampak pandemi dan kehilangan pekerjaan serta rejeki.

Bagi saya pribadi, pandemi memberikan kesempatan bagi saya lebih dekat dengan Allah, untuk berdoa lebih sering dari biasanya. Dan kebiasaan ini akan saya teruskan. Karena setelah menjadi ibu, makin banyak tantangan yang saya temui setiap harinya dan itu semua hanya bisa disandarkan pada Tuhan.

Sekiranya itulah refleksi rohani saya pribadi sebagai bentuk introspeksi Natal tahun 2020.

Semoga memberikan inspirasi ya…

Berkah Dalem Gusti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s