Efek Diderot : Awal Mula Konsumsi Berlebihan dan Penumpukan Barang

Hi!

Apakah pernah tahu tentang Diderot? Denis Diderot adalah seorang filsuf Prancis yang dikenal dengan Bapak Ensiklopedia.

Diderot hidup sangat sederhana bahkan cenderung miskin. Pada tahun 1765, anak perempuannya mau menikah dan dia tidak punya uang untuk membiayai pernikahan anaknya itu. Kaisar Rusia, Catherine The Great, mendengar kondisi Diderot dan merasa kasihan. Karena Catherine adalah penggemar buku – buku karya Diderot, maka beliau berniat membeli perpustakaan pribadi Diderot seharga sekitar 2 Milyar rupiah kalo dirupiahkan saat ini. Catherine juga memberikan gaji bulanan pada Diderot untuk menjaga perpustakaan tersebut.

Seketika itu juga, Diderot menjadi kaya raya. Dia bisa membuat pesta pernikahan anaknya dan membeli jubah terbaik untuk dirinya sendiri. Jubah itu indah sekali, Diderot melihat bahwa jubah itu sangat tidak cocok dengan sepatunya dan selanjutnya dia melihat bahwa barang – barang dirumahnya itu tidak cocok dengan jubahnya. Maka dia mulai mengganti perabotan dirumahnya menjadi yang lebih bagus, dia memajang patung – patung yang bagus. Kemudian dia mulai membeli barang – barang baru hanya untuk menyesuaikan jubahnya tadi. Seperti efek domino, dia berbelanja yang satu disusul belanja lainnya.

Kecenderungan belanja yang satu disusul belanja berikutnya memiliki nama : EFEK DIDEROT. Efek Diderot mengatakan bahwa satu barang baru sering menciptakan konsumsi atau belanja yang lebih banyak.

Contohnya : Ada kawinan temen, trus kita dikasih kain untuk bikin baju seragam. Warna bajunya agak tidak netral. Kemudian kita melihat rak sepatu dirumah, tidak ada warna sepatu yang cocok dengan warna seragam tadi. Lalu kita beli sepatu baru supaya warnany match dengan gaun tadi. Kemudian ternyata clutch kita gak match juga warnanya, kemudian kita beli clutch baru.. lalu merembet ke pembelanjaan yang lainnya.

Efek Diderot ini bisa jadi penyebab konsumsi yang berlebihan dan berakhir dengan banyak tumpukan barang tidak perlu di dalam rumah. Efek Diderot juga menjadi salah satu penyebab impulse buying.

Saya hampir terkena Diderot Efect ini, gara – gara sedang rajin berbenah rumah huehehe.. Jadi mau beli storage ini itu. Padahal, kalau dipikir-pikir, jika kita tidak punya banyak barang menumpuk dirumah, kita tidak perlu membeli storage tambahan. Solusi dari penumpukan barang adalah decluttering. Kalau banyak cucian baju solusinya bukan beli ember lagi, tapi ya dicuci donk. Jika rak buku sudah mulai penuh, kurangi jumlahnya dan donasikan. As simple as that.

Kalau lemak di badan mulai menumpuk, ya dikurangi, bukan beli baju baru yang lebih besar.. hehehe..

Bagaimana mencegah terjadinya Efek Diderot dalam kehidupan kita sehari – hari? Silahkan cek postingan saya tentang Stop Impulive Buying disini.

Semoga memberikan inspirasi yaa..

Cheers ^^

Inspirasi tulisan :

The Diderot Effect: Why We Want Things We Don’t Need — And What to Do About It

Understanding the Diderot Effect (and How To Overcome It)

2 tanggapan untuk “Efek Diderot : Awal Mula Konsumsi Berlebihan dan Penumpukan Barang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s