5 Pertanyaan Sebelum Membeli Barang (Mindful Puchasing)

Hi!

Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi teman – teman yang merayakan.

Harapannya semoga pertobatan kita di bulan Ramadhan, semakin membuat kita menjadi pribadi yang lebih peduli pada sesama dan lingkungan. Supaya pandemi segera berakhir dan kita semua sehat sehat. Amin.

Ceritanya selama liburan kemarin, saya melanjutkan proses berbenah beberapa tempat di rumah. Bagian yang saya incar kali ini adalah storage di bagian belakang rumah. Isinya adalah perintilan yang jarang dipakai : bola plastik mainan Lukas, cat tembok, cat anti bocor, kumpulan minyak jelantah (yang mau saya jual huhehe..). Rak / storage ini terbuka dan sudah terdapat kotoran tikus.

Kemudian saya melihat ada mesin semprotan air hmm.. apa ya namanya, ya itu deh mesin semprotan air yang dibeli suami saya untuk mencuci mobil katanya. Tapi ternyata alat itu sekarang malah teronggok tak pernah digunakan.

Sebetulnya, setiap kali akan membeli barang yang sifatnya makan tempat dan mahal, saya membuat daftar pertanyaan untuk melakukan pembelian yang lebih berkesadaran. Tujuannya untuk menghindari bertumpuknya barang – barang yang tidak essential di dalam rumah. Sayangnya, itu hanya saya saja.

Berikut adalah 5 pertanyaan yang membantu kita untuk bisa melakukan pembelian yang lebih mindful, supaya tidak menyesal dikemudian hari.

  1. Apakah akan sering digunakan / dipakai?

Seperti mesin cuci mobil tadi. Ternyata sejak pembeliaannya yang mungkin sekitar 1,5 tahun yang lalu, dia baru dipakai beberapa kali. Tidak setiap minggu pak suami mencuci mobil. Saya seringnya bawa mobil ke tempat cucian mobil. Yang tadinya tujuan beli mesin tadi supaya hemat gak perlu keluar duit ke tempat cucian mobil, ternyata malah buang uang saja, karena barangnya tidak dipakai rutin dan bisa jadi malah berkarat karena tersimpan begitu saja di tempat yang tidak proper.

Begitu pula dengan pakaian dan sepatu. Di lemari saya ada sepasang sepatu lari yang masih ada pricetag-nya. Sepatu ini dibeli sebulan sebelum pandemi. Dan sejak pandemi, saya tidak berolahraga di luar rumah. Dan saya sudah memutuskan untuk menjual sepatu itu karena saya yakin 100% bahwa someday means never. haha..

2. Jika barang tersebut jarang dipakai, apakah bisa meminjam atau menyewa?

Sebagai ibu, mungkin saya tergolong yang jarang membelikan mainan. Karena Lukas termasuk anak yang gampang bosan dengan mainan, maka saya merasa bahwa membelikan mainan baru setiap minggu, bukan sebuah keputusan pembelian yang tepat. Maka saya memilih untuk menyewa atau pinjam dari teman yang anaknya balita juga. Malu? Enggak. Justru dengan menyewa atau meminjam, benefitnya lebih banyak : lebih murah atau malah gratis, tidak menumpuk mainan, dan mengurangi sampah.

Kategori peralatan yang jarang dipakai seperti pompa ban sepeda, bor listrik, gergaji, juga menurut saya mending pinjam. Karena peralatn seperti itu butuh storage yang tepat supaya tidak berkarat, berjamur dan harus jauh dari jangkauan anak dan maling hehe.. coba kalo gergaji ditaruh diluar rumah, itu kan namanya kasih kesempatan maling.

3. Jika barang tersebut memang sering digunakan, apakah bisa membeli preloved saja?

Saya juga belajar dari beberapa orang yang membeli barang-barang preloved saya. Jadi ceritanya saya punya lapak barang preloved di marketplace. Saya jual kulkas, coffee table, baju, sepatu, pompa ASI dan sebagainya yang pernah saya pakai pribadi. Ternyata banyak orang yang memilih untuk membeli barang kebutuhan rumah tangga bekas. Akhirnya sekarang saya jadi melirik ke lapak barang bekas nih. Tantangannya memang harus teliti dan detil bertanya. Kriteria barang yang dibeli preloved harus yang bersih, berfungsi baik, bukan barang black market/barang curian.

4. Apakah harganya sesuai dengan benefit yang didapatkan?

Benefit disini meliputi fungsi, kegunaan, efektifitas dan efisiensi. Huidih.. banyak amat pertimbangannya ya. Penting lho ini, apalagi untuk barang yang harganya mahal. Ini saya contohkan Handphone saya ya. dan ini pendapat pribadi saya.

Handphone terakhir saya adalah iphone 6 64GB. yang sudah saya pakai sejak 2016. Masih saya pakai sampai sekitar dua minggu lalu, dan Puji Tuhan pak suami malah membelikan iphone yang baru, karena iphone yang lama sudah tidak bisa upgrade iOs dan itu berpengaruh pada performa beberapa aplikasi. Iphone adalah salah satu gadget yang harganya mahal. Mahal banget kalo menurut saya. Tapi, dengan harga segitu, saya bisa menggunakannya selama 5 tahun. Dengan harga segitu saya mendapatkan berbagai kemudahan dalam hal komunikasi dan pekerjaan. Sebut saja : telpon, sms, whatsapp, kalender, notes, kalkulator, email, jam, kamera, video dan banyak lagi benefitnya. Memang sekarang semua handphone begitu, tapi untuk saya pribadi, saya memilih iphone yang menurut saya, usia pakainya lebih lama dibandingkan handphone lain.

Sejak berhenti membeli fast fashion, saya menyadari bahwa ternyata membeli baju yang modelnya sederhana namun bahan bakunya natural, baju jenis seperti ini lebih awet baik dari segi model maupun usia pakainya. Harganya memang agak pricey. Namun, justru itu membuat saya jadi lebih mindful ketika mau membeli baju. Do i need this or just want it?

5. Apakah pembelian ini bisa ditunda?

Menyambung poin nomer 4 sebelumnya. Jadi ketika membeli barang itu sebetulnya butuh atau pengen? Apakah kita bisa menunda melakukan pembelian?

Menurut saya, jika barang tersebut tidak bersifat urgent, maka sebaiknya ditunda dulu pembeliannya. Menunda juga memberikan kita waktu untuk melakukan riset lebih jauh lagi atau bahkan membuat kita lupa pernah menginginkan barang itu. Meskipun kita mampu membeli barang semahal apapun (cash lho yaa.. bukan berhutang), tapi jika ternyata barang itu tidak bersifat urgent dan justru menambah clutter didalam rumah. Lebih baik lupakan saja.

Menurut saya, Mindful purchasing mempunyai tujuan : berhemat, mengurangi clutter dan mengurangi sampah.

Jadi, kira – kira barang temuan dirumah saya tadi mau dikemanakan? Kalau saya sih donasi saja ya. Terutama mainan Lukas yang kolam bola-bola itu. Nah kalau perintilan punya pak suami itu, biar dia yang menentukan. Karena berbenah itu sebaiknya dilakukan oleh yang bersangkutan.

Semoga memberikan inspirasi yaa…

Cheers ^^

Satu tanggapan untuk “5 Pertanyaan Sebelum Membeli Barang (Mindful Puchasing)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s