What We Save and Spend

What We Save and Spend

Hi!

Beberapa tahun setelah menjalani kehidupan tanpa cicilan, secara langsung sangat mempengaruhi kondisi keuangan keluarga kami. Salah satunya adalah kami jadi bisa melakukan hal – hal yang sesuai value keluarga, tanpa merasa dibatasi oleh budget.

Kali ini saya ingin berbagi beberapa kategori biaya hidup dan gaya hidup, mana yang membutuhkan sedikit biaya dan mana yang dibelanjakan lebih.

1. Save on Daily Food

Sebagai kebutuhan pokok manusia untuk hidup, sebetulnya makanan harian itu murah. Saya bisa belanja untuk makanan harian dengan gizi seimbang, misalkan masak sayur bayam dengan lauk ikan kembung, sehari hanya butuh paling tidak 15 ribu untuk 3 orang di rumah. Memang setiap keluarga punya kebutuhan masing – masing, semakin banyak anggota keluarga, maka semakin banyak kebutuhan makanannya. Akan tetapi, meskipun saya berhemat di kategori makanan harian, saya juga punya budget khusus untuk makanan sedikit mewah, misalkan ingin mencoba restoran Thailand di akhir minggu.

2. Save on Clothes

Pakaian juga merupakan kebutuhan pokok manusia, namun tidak setiap hari beli pakaian donk ya. Dulu ketika masih kerja kantoran, dimana saya membutuhkan pakaian bagus setiap hari, saya jadi ‘investasi’ lumayan banyak untuk urusan pakaian. Biasanya saya akan membeli pakaian baru setiap dapat bonus tahunan atau THR. Sekarang, sejak menjadi ibu rumah tangga, saya tidak butuh banyak pakaian. Karena jarang keluar rumah, paling hanya mengantar Lukas sekolah dan pergi ke Gereja.

Namun, saya juga tidak mau pakaian saya jelek dan ‘murahan’. Itulah sebabnya saya menerapkan Minimalist Wardrobe . Dengan menerapkan minimalist wardrobe ini, saya bisa hemat pengeluaran untuk kategori pakaian.

3. Save on Trend

Saya belajar dari pengalaman sendiri bahwa mengikuti trend itu melelahkan, menghabiskan uang dan tidak sehat. Karena trend itu sendiri tidak sustainable. Sifatnya hanya temporary, apalagi yang berkaitan dengan fashion, gadget, dan gaya hidup.

Saya membeli Iphone 5 tahun sekali, itupun karena sudah tidak bisa di-upgrade lagi iOS-nya. Saya tidak tertarik membeli trend baju yang sedang banyak dipakai orang, karena itu tidak sesuai dengan style saya.

Jadi untuk urusan mengikuti trend, saya akan berhemat untuk itu.

4. Spend on Vacation and Experience

Saya dan pak suami suka jalan – jalan. Liburan kemanapun yang kami ingin tuju. Mau ke luar kota saja, atau luar negeri, kami akan selalu menyiapkan budget untuk itu. Apalagi sekarang ada anak yang bisa diajak jalan – jalan, kami tentu semakin ingin memberikan pengalaman perjalanan kepada Lukas.

Meskipun kami bukan tipe yang akan naik pesawat kelas bisnis dan menginap di hotel bintang lima, namun saya dan pak suami akan membuat budget yang agak besar untuk urusan liburan ini. Baik tiket perjalanan, tiket masuk tempat rekreasi, penginapan dan makanan khas daerah yang kami tuju.

5. Spend on Education/Knowledge

Pak suami dan saya juga sama – sama orang yang suka belajar untuk mendapatkan ilmu baru. Walaupun memang pak suami yang jauh lebih tekun meraih gelar pendidikan, sementara saya lebih suka belajar bidang non formal.

Saya suka membuka wawasan dari buku dan mengikuti komunitas. Sementara suami saya suka menambah skill melalui training atau kursus.

Maka kami berdua sepakat bahwa, never too expensive for books and knowledge. Jika ada biaya lebih yang perlu dikeluarkan untuk sebuah ilmu dan kecakapan, maka kami akan membuat budgetnya.

6. Spend on Things That Matter

Saya menyadari bahwa ketika tidak ada beban financial (tidak ada cicilan, hutang konsumtif ) maka saya jadi bisa menentukan mau mengeluarkan uang untuk hal – hal yang sesuai nilai dan tujuan hidup keluarga.

Saat ini, kami meningkatkan investasi untuk pendidikan Lukas, supaya nanti ketika pak suami pensiun, dana pendidikan Lukas sudah siap.

Selain itu, kami jadi lebih leluasa untuk membantu orang lain yang membutuhkan (membantu lho ya, bukan memberikan soft loan) contohnya donasi anak sekolah, donasi untuk orang sakit, dan orang – orang lain disekitar kami.

Berapapun jumlah uang yang dihemat atau dibelanjakan, pastikan itu sesuai dengan tujuan dan nilai hidup masing – masing. Bagi kami sekeluarga, mau save or spend, kami selalu menjaga supaya gaya hidup yang kami jalani ini akan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Semoga memberikan inspirasi yaa..

Cheers ^^

Back to Top