Belajar Investasi Ala Ibu Sederhana

Belajar Investasi Ala Ibu Sederhana

Hi! Lama tidak menulis disini. Apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.

Mumpung masih di bulan kedua tahun 2025, sepertinya belum terlambat untuk berbagi cerita dan tips investasi dari kacamata seorang ibu biasa 😉

Disclaimer : saya bukan perencana keuangan atau ahli investasi, namun saya melakukan apa yang diutarakan oleh perencana keuangan, dan itu memang berhasil dalam keluarga kami.

Saya ingin membuka tulisan dengan quote dari Morgan Housel di bukunya The Psychology of Money :

Whealth is The Money You Don’t Spend

Saya ingin bercerita awal mula mencoba investasi sampai dengan bagaimana saya bisa mendapatkan tambahan income dari investasi tersebut.

  1. Mulai Dari Emas

Sebelumnya, saya bekerja di sebuah perusahaan penyelenggara event. Setiap kali ada event, saya akan mendapatkan tunjangan. Tunjangan ini saya dapatkan sekitar 3 – 4 kali dalam setahun. Karena nilai tunjangannya cukup besar (menurut saya ya..), seringnya saya belikan keping emas. Mulai dari yang kecil dulu sekitar 10 gram. Kebiasaan ini sudah saya lakukan sejak tahun 2010 ketika nilai emas masih RP. 500ribuan per gram. Siapa sangka 15 tahun kemudian nilainya menjadi 3 kali lipat. Bagi saya, membeli emas adalah salah satu cara sederhana dan mudah untuk memulai investasi. Emas merupakan investasi yang aman untuk digunakan sebagai dana darurat, karena sifatnya likuid, mudah dicairkan dalam waktu singkat. Pastikan membeli emas / logam mulia 24K, bukan dalam bentuk perhiasan.

2. Uang Dingin di Masa Pandemi Covid19

Awal mula saya belajar investasi adalah ketika pandemi Covid19 di tahun 2020. Waktu itu saya bekerja dari rumah namun masih tetap mendapat gaji. Karena bekerja dari rumah, maka biaya operasional harian bisa dipangkas hampir setengahnya, dibandingkan sebelum pandemi. Ini adalah kesempatan saya untuk belajar tentang investasi dan membelanjakan setengah dari gaji di instrumen investasi, waktu itu saya belanjakan reksadana. Sejak itu saya rutin membeli reksadana dan stock saham sampai sekarang.

Namun sebelum membeli instrumen investasi ini, saya pernah konsultasi dengan perencana keuangan yaitu Prita Ghozie, sehingga pengetahuan saya tidak dari nol. Menurut saya, jika kita punya uang dingin dan tidak tahu harus investasi dimana, pergilah ke Certified Financial Planner supaya mendapatkan insight dan arahan mengenai investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan.

3. Pilih Instrumen Sederhana dan Sesuai Tujuan Keuangan

Saya membelanjakan produk investasi setelah mendapatkan arahan dari perencana keuangan. Produk yang saya beli ini sesuai dengan tujuan investasi antara lain dana pendidikan dan rencana membeli aset untuk pensiun. Untuk tujuan yang sudah ada target nilainya, saya rutin menabung setiap bulan di instrumen yang sesuai.

Puji Tuhan, ketekunan membuahkan hasil baik, tahun ini Lukas mendaftar Sekolah Dasar, dananya sudah siap.

Anyway, saya juga menabung untuk membeli luxury brand di instrumen reksadana, karena return bunganya lebih tinggi dari sekedar menabung di rekening konvensional.

4. Passive Income Dari Obligasi Negara

Menurut saya, instrumen insvestasi sederhana dan resiko rendah yang cocok untuk para ibu dan perempuan adalah Sukuk Ritel / Surat Hutang Negara. Negara RI khususnya departemen keuangan sering menerbitkan Surat Berharga, Obligasi Ritel dan Sukuk Syariah. Kita bisa membeli Sukuk ini mulai dari 1 juta sampai 1 milyar rupiah. Sukuk menjanjikan passive income berupa kupon setiap bulannya sebesar minimal bunga 4,5% – 6,75% p.a dengan pajak hanya 10%. Cukup menarik dibandingkan bunga deposito yang kecil namun pajak besar.

Seringnya, saya membeli sukuk ini dengan uang THR dan Bonus tahunan yang nilainya sekaligus besar. Sehingga nilai kupon yang saya dapatkan pun menjadi lebih besar. Ketika kupon ini cair, saya akan investasikan kembali ke stock market, untuk tujuan keuangan jangka panjang, diatas 10 tahun, seperti uang kuliah anak.

Saat ini pun, kupon sukuk yang saya dapatkan tiap bulan, bisa untuk membayar SPP sekolah anak kami. Cukup menarik bukan?

Oiya, saya membeli produk/instrumen investasi melalui aplikasi bibit. Aplikasi ini dapat diunduh dari app store maupun Play store. Bibit ini semacam marketplace reksadana dengan berbagai informasi dan webinar rutin yang bisa kita ikuti sebagai pemula.

Yap, kira – kira demikian sharing pengalaman investasi ala ibu sederhana yang tidak gampang FOMO dan YOLO.

So para perempuan yang membaca ini, ayok kita memulai habitus baru untuk memperbaiki dan meningkatkan keuangan pribadi dan keluarga menuju sejahtera.

Semoga memberikan inspirasi ya..

Cheers ^^

Back to Top